Gejala dan Penyebab Umum Auditory Processing Disorder

Gangguan proses mendengar atau (APD) Auditory Processing Disorder merupakan kondisi yang berbeda dengan tuli atau hilang pendengaran. Penyebab umum auditory processing disorder adalah penderita tidak mampu memproses apa yang didengar dengan baik karena gangguan pada proses sensorik dan pemrosesan informasi yang diterima otak. Gejala yang diperoleh adalah penderita sering mengalami kesulitan menangkap informasi yang didengar terutama pada lingkungan yang bising. Contoh sederhana adalah penderita tidak mampu menangkap kata atau kalimat dengan baik seperti kata ‘kotak’ yang diinterpretasikan menjadi ‘katak’.

Penyebab Auditory Processing Disorder

Penyebab umum auditory processing disorder diawali dengan gejala yang sudah muncul sejak usia anak-anak. Meskipun cenderung dialami oleh anak laki-laki tidak menutup kemungkinan APD dapat terjadi pada anak perempuan. Secara medis belum diketahui penyebab pasti dari APD namun terdapat beberapa faktor yang dapat memicu gejala APD. Dari berbagai faktor pemicu yang akan disebutkan dibawah ini tidak bisa langsung dilakukan self diagnosed. Untuk mengetahui dan memastikan gejala APD pada seseorang selalu diperlukan pemeriksaan tenaga medis profesional.

APD dapat disebabkan oleh glue ear atau congek yang menyumbat saluran pendengaran penderita. Faktor genetik hingga kelahiran prematur juga dapat memicu APD karena memiliki potensi mempengaruhi sistem sensorik penderita. Cedera pada area kepala yang menyebabkan kelainan tertentu pada area otak juga dapat meningkatkan potensi APD. Selain faktor tersebut penyakit seperti penyakit kuning, meningitis, stroke, dan keracunan juga dapat memicu APD.

Gejala Auditory Processing Disorder

APD atau auditory processing disorder meskipun belum diketahui pasti penyebabnya namun gejala yang bisa diobservasi dapat diamati. Gejala-gejala pada penderita APD sama halnya dengan gangguan lainnya yang memiliki tingkatan tertentu. Tingkatan gangguan APD akan bergantung pada tingkat kesulitan penderita dalam memproses informasi melalui indra pendengaran. Berikut ini gejala umum yang muncul pada penderita APD. 

Tidak bisa menangkap informasi dan kesulitan berkomunikasi terutama pada lingkungan yang bising. Kesulitan dalam membedakan kata dengan pola dan susunan yang mirip seperti contohnya yang terjadi pada komedian Haji Bolot. Selain kesulitan mengelola informasi suara penderita APD juga kesulitan dalam menemukan sumber suara termasuk efek dari lingkungan yang bising. Kesulitan mengingat memori auditori atau mengingat perintah dalam bentuk suara. Dari  tersebut juga tidak menutup kemungkinan penderita tidak dapat menikmati musik layaknya orang pada umumnya.

Penyebab umum auditory processing disorder seringkali memiliki korelasi dengan penyakit bawaan lainnya. Penyakit yang dapat memicu efek APD antara lain disleksia atau attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). Disleksia sendiri merupakan gangguan yang juga mempengaruhi penerimaan informasi dari saraf ke otak yang mengakibatkan penderita kesulitan belajar atau menerima informasi. 

Pada umumnya diagnosa profesional akan membutuhkan banyak tahapan kompleks untuk memperoleh data penderita APD. Tes dapat meliputi kemampuan pasien mendengarkan dalam lingkungan yang bising dan berbeda-beda. Melakukan percakapan dengan orang yang berbicara cepat atau berbeda aksen. Dan beragam tes kompleks lainnya untuk mendiagnosa penderita APD.

Langkah Pengobatan APD

Penyebab umum auditory processing disorder dan gangguan yang diakibatkan belum dapat diobati. Pada dasarnya kemampuan pendengaran baru dapat terbentuk sempurna pada umur 15 tahun. Sehingga pelatihan mendengar dapat dilakukan pada anak semenjak usia dini. Pelatihan meliputi pengenalan suara dan sumber suara, serta belajar berkonsentrasi pada satu sumber suara dalam kebisingan. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *